ESAI
Trending

Kita Hampir Kehilangan Anggota

Nyaris Tenggelam

Penulis: Akasia Shabir

Bisa jadi kita akan kehilangan salah satu pegawai SIT Al-Furqon Palembang dalam kegiatan Outbound 2023 kemarin, Ustad Jelly Angga Kusuma—Salah satu security unit R. Sukamto jika tidak segera diselamatkan salah satu panitia, Ustad Alfi Muhammad.

Pagi itu, Minggu tanggal 24 Juli 2023, agenda outbound berupa halang rintang. Ada tiga wahana halang rintang yang telah dipersiapkan panitia: Jaring Laba-laba, Meniti Tali, dan Merayap Tali.

Untuk meniti dan merayap tali, wahana dibuat di atas sungai yang kedalamannya diperkirakan lebih dari 2 meter. Peserta akhwat hanya diperbolehkan melewati wahana Meniti Tali. Sedangkan peserta Ikhwan diminta untuk melewati dua wahana lainnya, kecuali bagi mereka yang tidak memungkinkan untuk melakukannya. Mereka dialihkan ke wahana Meniti Tali, mengingat tingkat kesulitannya yang lebih rendah.

Saya sendiri tidak tahu persis kejadiannya. Waktu itu setelah berhasil melewati wahana Merayap Tali dan menonton dua rekan satu tim menyelesaikan tugasnya, saya memutar jalan untuk kembali ke titik awal guna mengambil stok yang saya tinggalkan di sana.

Ketika saya tiba suasana tampak riuh karena masih ada satu kelompok yang belum menyelesaikan wahana Meniti Tali tersebut, yaitu kelompok 2 di mana Ustad Jelly Angga Mulya atau akrab dipanggil Ustad Angga menjadi anggotanya.

Tawa, celotehan, dan teriakan mewarnai jalannya kegiatan.

Saya mencari-cari stok di sela rerumputan. Alhamdulillah, ketemu. Tiba-tiba suasana berubah hening. Saya menoleh. Orang-orang terlihat tegang, menatap ke tengah sungai. Saya mengikuti arah pandangan mereka.

Di bawah sana, terlihat Ustad Alfi yang tengah menyeret Ustad Angga ke tepi sungai. Usut punya usut ternyata Ustad Angga terjatuh dan hampir tenggelam.

Berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, ketika terjatuh ke sungai dan hendak berenang, kaki beliau terasa sakit, seperti kram.

“Pas turun dari spider work kaki saya terasa sakit, tapi saya abaikan. Pas mau naik tali gantung itu saya yakin bisa. Kami berempat naik lewatin tali itu. Berhubung teman saya di posisi ke tiga lambat maju, kaki saya sudah tidak bisa bergerak. Begitu juga dengan tangan,” tutur Ustad Angga kepada saya.

“Kenapa tidak pakai pengaman? Karena saya yakin, apalagi ke dalam cuma 2 meter. Saya tidak mau pakai pengaman. Saya pikir teman saya cepat, rupanya terhambat di depan, belum maju,” imbuhnya.

“Waktu saya terjebur itu kan ngejut. Saya mau berenang ke atas, kaki gak bisa bergerak. Karena kaki kanan saya memang sudah sakit sebelum menaiki wahana Merayap Tali, ditambah lagi kaki mulai kram. Selain itu, waktu di dalam air, percaya enggak percaya, saya sempat liat ada rambut panjang melintas di bawah kaki saya. Saya shock. Jadi saya kesulitan untuk berenang ke atas. Kalau diceritain, orang pasti gak percaya.”

Syukurlah, pertolongan Allah masih membersamai kami ditambah kesigapan panitia dalam merespon setiap kejadian selama kegiatan. Kalau tidak Outbound Pegawai dan Guru Baru SIT Al-Furqon Palembang 2023 bisa berakhir lebih cepat dari semestinya dan pulang dengan membawa duka yang mendalam.

Semoga bisa diambil hikmahnya.

Palembang, 25 Juli 2023

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button