ESAI
Trending

Meraih Simpati Allah

Refleksi Materi PPA (Mozaik 3)

Penulis: Akasia Shabir

Kalau selama ini Allah belum mengabulkan doa-doa kita bukan berarti Allah tidak sayang; Kalau selama ini Allah belum memenuhi keinginan-keinginan kita bukan berarti Allah tidak cinta; Kalau selama ini Allah belum mengantarkan kita pada cita-cita bukan berarti Allah tidak peduli. Bisa jadi ada yang salah dengan cara kita meminta kepada Allah. Bisa jadi ada yang keliru dengan cara kita menjadi seorang hamba.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa: ‘Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.’ Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan mengabulkan doanya? (HR Muslim).

Jadilah seorang hamba yang memenuhi syarat untuk didengar doanya, dipenuhi keinginannya, dan dikabulkan cita-citanya.

Allah senang kepada hamba yang khusuk dalam ibadahnya, ikhlas dalam amalnya, dan banyak berbuat baik kepada sesama.

Allah menyukai hamba yang menyambung silaturahmi, mendahulukan Allah di atas yang lain, dan ridho atas segala ketentuan yang telah ditetapkan untuknya.

Allah menyukai dan mencintai hamba yang seperti itu. Bila Allah sudah mencintai seorang hamba, maka atas alasan apa Allah tidak melimpahkan kebaikan untuknya?

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button