ESAI
Trending

Pesan Cinta di Balik Setiap Masalah

Refleksi Materi PPA (Mozaik 2)

Penulis: Akasia Shabir

Tidak ada manusia yang tidak memiliki masalah. Sekecil apapun, rasanya tetap saja menyakitkan, sama seperti halnya duri dalam daging.

Rasa sakit itulah yang kemudian membuat manusia tidak bahagia dalam menjalani kehidupan. Kesedihan membayang tiap kali terbangun dari tidur dan kecemasan menghantuinya di mana-mana. Kemudian dia merasa, atau bahkan percaya bahwa hidup adalah serangkaian penderitaan yang melahirkan rasa sesak.

Hidupku hancur. Hidupku penuh dengan masalah. Hidupku berjalan tanpa arah. Kurang lebih seperti itu yang tercetus dalam sanubari.

Saya sendiri, ketika membuat tulisan ini, sedang dalam kondisi baik-baik saja. Tidak ada yang sedang saya cemaskan. Tidak ada yang membuat saya harus merasa sedih.

Akan tetapi saya tidak menafikan bahwa sebelum ini saya juga pernah punya masalah.
Beruntungnya, Allah tahu saya hamba yang lemah sehingga tidak memberi saya masalah yang terlalu berat.

Saya tidak tahu masalah seperti apa yang akan saya hadapi di kemudian hari. Besar atau kecil, ringan atau berat, saya tidak tahu. Yang saya tahu, Allah tidak akan membebani seorang hamba melebihi kemampuannya dan tidak ada menghadirkan masalah kecuali telah Allah sediakan jalan keluarnya.

Masalah bisa berarti musibah, bisa berarti anugerah, tergantung bagaimana orang memahaminya.

Allah menghadirkan masalah dalam hidup kita tentu bukan tanpa tujuan. Mari kita simak beberapa ayat Al-Quran di bawah ini.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang kembali kepada-Nya. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”( QS. Al-Baqarah: 155-157)

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk sorga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Bilakah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al-Baqarah:214)

Artinya: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang jujur dan sesungguhnya Dia benar-benar mengetahui orang-orang yang dusta!.” (QS. Al-Ankabut: 2-3)

“Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri. Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdo’a kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Yunus: 12)

Jika menilik Ayat-ayat di atas, maka bisa kita pahami bahwa masalah dihadirkan dalam hidup kita sebagai tanda cinta dari-Nya. Melalui masalah, Allah ingin kita menjadi hamba yang sabar, hamba yang kuat, hamba yang teruji keimanannya, hamba yang senantiasa kembali saat tergelincir kepada jalan yang salah.

Pertanyaannya sekarang, “Sudah sejauh mana kemampuan kita dalam menangkap pesan-pesan cinta tersebut?”

Palembang, 2023

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button