ESAI

Peran Guru di Tengah Problematika Remaja Pelajar

Penulis: Akasia Shabir

Bersama Bunda Mela Juniarti, S.Pd kami belajar tentang “Remaja Dan Permasalahannya”
pada pelatihan Guru dan Pegawai Baru SIT Al-Furqon Palembang kali ini, Selasa 28 Februari 2023.

Semoga tulisan ini bisa sedikit membantu menyampaikan garis besar materi pelatihan kali ini kepada rekan peserta yang tidak berkesempatan hadir.

Masa remaja yang seyogyanya menjadi tonggak awal bagi terbentuknya peradaban mulia sebagaimana yang pernah diperlihatkan generasi terdahulu justru menampilkan wajah yang memprihatinkan.

Bullying, tawuran, narkoba, mabuk-mabukan, bolos sekolah, kecanduan game online, sex bebas, depresi, hingga bunuh diri menjadi fenomena yang tak bisa dilepaskan dari remaja pelajar kita hari ini.

Para pelajar itu seakan kehilangan petunjuk arah. Mereka kebingungan dalam menyikapi setiap permasalahan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya perilaku destruktif begitu mudah muncul ke permukaan.

Berdasarkan materi yang disampaikan pada pelatihan hari ini, akar masalah dari semua problematika tersebut ialah adanya proses tumbuh kembang yang terganggu pada fase-fase sebelumnya. Artinya sebelum menginjak masa remaja, para pelajar remaja tersebut tidak mendapatkan pembinaan yang sesuai dengan fitrahnya, baik secara pengetahuan maupun emosionalnya.

Lantas, sebagai guru, apa yang bisa kita lakukan di tengah problematika tersebut?

Para peserta berdiskusi mengenai peran guru di tengah problematika remaja

1. Memahami

Kesalahan sering kali terjadi akibat ketidakpahaman. Oleh karena itu kita mesti memahami siswa kita dengan baik. Makhluk seperti apa mereka sebetulnya, bagaimana pola tumbuh kembang mereka, apa yang sedang menjadi masalah mereka saat ini, apa yang mereka butuhkan, dan lain sebagainya.

Dengan begitu kita terhindar dari kesalahan penanganan atas masalah yang mereka timbulkan.

Modalnya tidak banyak: miliki pengetahuan tentang kepribadian, lakukan observasi, dan lakukan pendekatan secara personal.

2. Mendampingi

Dampingi mereka. Bersikaplah seperti sahabat. Hadirlah dalam setiap masalah yang tengah mereka hadapi. Jadilah petunjuk arah. Jangan biarkan mereka berjalan sendirian. Mereka butuh dibimbing agar tak semakin tersesat arah. Mereka perlu kembali disadarkan akan fitrah mereka yang sesungguhnya.

Butuh waktu dan pengorbanan, tapi itulah tugas kita. Hasilnya kita serahkan kepada Allah.

3. Menegakkan Aturan

Menjadi pendidik tidak sama dengan menjadi pelayan.

Pendidik memberikan apapun yang dibutuhkan oleh orang yang dididiknya. Sedangkan pelayan memberikan apapun yang diinginkan oleh orang yang dilayaninya.

Tidak semua keinginan itu baik. Tetapi semua yang dibutuhkan merupakan modal utama untuk bertumbuh menjadi lebih baik.

Bersikaplah yang tegas. Aturan harus tetap ditegakkan. Kesalahan mungkin bisa dimaafkan, tapi tidak dengan tanggung jawab.

Siswa harus belajar bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya. Siswa harus mengerti bahwa segala sesuatu selalu memiliki konsekuensi. Tujuannya agar siswa paham bahwa dalam hidup ini kita tidak boleh bertindak sesuka hati. Bertindak sesuka hati bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.

4. Menjadi Teladan

Sehebat apapun kita berkata-kata, memberi nasehat, atau mengarahkan, kalau perilaku kita tidak mencerminkan apa yang kita katakan, akan sangat sulit bagi orang untuk menerimanya.

Orang lebih yakin pada yang telah dilakukan daripada apa yang dikatakan.

Ada pepatah yang mengatakan, “Keteladanan lebih baik daripada seribu nasihat”.

Menjadi guru artinya menjadi teladan. Menjadi guru artinya menjadi cermin bagi siswa. Apa yang diajarkan dan dinasehatkan sudah seharusnya menjadi laku sehari-hari seorang guru.

Berikan contoh yang baik, jangan sampai terjadi guru kencing berdiri, murid kencing berlari.

“Wahai orang-orang yang beriman, mengapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?¬†Amat besar kebencian di sisi bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash-Shaff: 2-3)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button