ESAI

Sudut Pandang, Persepsi, Dan Fokus

Penulis: Akasia Shabir

Sudut Pandang

Ada tiga permainan yang dilakukan para peserta Pelatihan Guru dan Pegawai Baru SIT Al-Furqon Palembang hari ini; tebak gambar, menggambar, dan mengikuti instruksi.

Pada permainan tebak gambar, para peserta disajikan sejumlah gambar ambigu dan diminta untuk menebaknya.

Ambar ambigu adalah bentuk visual yang menciptakanĀ ambiguitasĀ dengan mengeksploitasi kesamaan grafis dan properti lain dari interpretasiĀ sistem visual antara dua atau lebih bentuk gambar yang berbeda. Gambar-gambar tersebut otomatis akan membentuk persepsi yang berbeda-beda pada masing-masing peserta pelatihan. Hasilnya da peserta yang menjawab A, B, atau C untuk satu gambar yang disajikan.

Sebagai sebuah permainan tentu ada pelajaran penting yang bisa diambil oleh para peserta, yaitu tentang sudut pandang.

Bagaimana kita memandang sesuatu ternyata menentukan bagaimana kita bersikap. Karena apa yang kita lihat, dengar, dan ketahui itulah yang akan membentuk persepsi kita. Dari persepsi lahirlah tindakan. Sudut pandang yang salah akan melahirkan tindakan yang salah. Sebaliknya, sudut pandang yang tepat akan melahirkan tindakan yang tepat.

Ada banyak hal dalam hidup ini yang tidak bisa kita pahami hanya sebatas luarnya saja. Untuk mengetahui hakikat, kita mesti melihatnya secara utuh dan dalam. Jangan jadi seperti sekumpulan orang buta yang diminta memegang gajah, tapi yang mereka pegang hanya bagian dari tubuh gajah. Akhirnya ada sebagian yang mengatakan bahwa gajah itu lebar seperti kipas, panjang seperti ular, besar seperti batu, dan lain sebagainya.

Memiliki persepsi yang utuh menghindarkan kita dari kesalahan mengambil tindakan.

Dalam tim, sudut pandang ini menjadi perkara yang sangat penting. Ia bisa menjadi penyebab terjadinya kekacauan atau sebaliknya, memudahkan tim dalam mencapai tujuan.

Akan sangat sulit mencapai tujuan bersama bila tiap anggotanya memiliki persepsi yang berbeda-beda. Itulah kenapa, menyamakan persepsi atau dalam hal ini visi misi menjadi sesuatu yang wajib dilakukan. Jika tidak, kerja tim bisa bubar di tengah jalan.

Persepsi

Pada permainan yang kedua, para peserta diminta untuk menggambar pemandangan sesuai imajinasi masing-masing.

Setelah gambar-gambar peserta selesai dibuat, ditemukan kenyataan bahwa gambar-gambar tersebut dibentuk berdasarkan pola yang sama selama bertahun-tahun.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sadar tidak sadar, kita hari ini adalah bentukan dari masa lalu. Apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan, dan apa yang kita lakukan hari ini tidak bisa lepas dari masa-masa itu.

Tidak semua hal dari masa lalu itu mendatangkan kebaikan dan tidak semua dari masa lalu itu mendatangkan keburukan. Oleh sebab itu kita mesti memilih dan memilih, mana bagian dari masa lalu yang kita biarkan tetap tinggal dan mana yang harus kita relakan pergi.

Masa lalu yang membentuk persepsi baik tentu berguna untuk kehidupan kita hari ini, sementara masa lalu yang membentuk persepsi buruk, hanya akan menjadi beban dan merugikan kita hari ini.

Poin pentingnya di sini adalah bangunlah persepsi yang membantu hidup kita jadi lebih baik.

Tidak ada pekerjaan yang tidak selesai dan tidak ada tujuan yang tidak bisa dicapai selama kita fokus.

Palembang, 9 Februari 2023

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button