ESAI
Trending

Niat Dan Harapan Yang Kita Tulis Hari Ini

Penulis: Akasia Shabir

Hari ini, di ruang meeting Darul Jannah, pada selembar kertas mungil, kita bercerita tentang niat dan harapan saat bergabung dengan Sekolah Islam Terpadu Al-Furqon Palembang. Kita tempel kertas-kertas itu di papan putih yang berada di depan. Kemudian satu persatu niat dan harapan-harapan itu dibacakan secara bergantian oleh beberapa orang dari kita sebagaimana permintaan Bunda Salamah yang hari ini menjadi pemateri.

Ada keceriaan yang terpancar, ada tawa yang berderai, dan tentunya ada sesuatu yang membuat kita merenung saat prosesi itu berlangsung.

Kita seakan dikembalikan kepada suatu masa ketika kita tengah berada di persimpangan jalan atau ketika kita tengah dilanda galau atau mungkin juga ketika kita berada pada titik paling semangat untuk mengubah hidup.

Kita adalah orang-orang yang memasuki gerbong SIT Al-Furqon Palembang dengan berbagai niat dan tujuan masing-masing, yang hari ini dibuat mengerti bahwa niat dan tujuan tersebutlah yang nantinya akan sangat menentukan seperti apa corak kinerja kita. Kinerja tersebut jugalah yang pada akhirnya akan menentukan seperti apa masa depan lembaga ini. Apakah akan semakin maju dan berkembang atau justru sebaliknya?

Berbicara tentang niat dan harapan, entah mengapa, tiba-tiba saya jadi teringat dengan perkataan Rosulullah Saw yang diriwayatkan Al-baihaqi dan Ibnu Hibban,

“Barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan cerai beraikan urusannya,  lalu Allah akan jadikan kefakiran selalu menghantuinya, dan rezeki duniawi tak akan datang kepadanya kecuali hanya sesuai yang telah ditakdirkan saja. Sedangkan, barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai puncak cita-citanya, maka Allah akan ringan kan urusannya, lalu Allah isi hatinya dengan kecukupan, dan rezeki duniawi mendatanginya padahal ia tak minta.”

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button