ESAI

Belajar Ikhlas di Hari Jumat

Serunya Pelatihan Hari Ini

Oleh: Akasia Shabir

Selalu ada warna dalam kegiatan “Pelatihan Guru Dan Pegawai Baru SIT Al-Furqon Palembang” setiap pertemuannya. Begitu pula dengan hari ini, Jumat 3 Februari 2023. Para peserta terlihat lebih segar dan ceria.

Selain memberikan warning up yang menarik di awal pertemuan, Ustad Jusman Fitriyansah M.Pd selaku pemateri juga memberikan stimulus kepada para peserta dengan mengajukan sebuah pertanyaan terkait materi yang akan disampaikan.

Apa itu ikhlas?

Para peserta diminta menuliskan jawabannya pada selembar kertas untuk kemudian dibacakan secara bergantian. Hal tersebut tentu saja menarik antusiasme peserta, termasuk saya, laki-laki pendiam yang tidak ganteng ini.

Beragam jawaban dan tingkah polah ditunjukan peserta. Ada yang menjawab pertanyaan tersebut secara singkat, bahkan hanya terdiri dari tiga kata. Ada pula yang menjawab lumayan panjang, tapi kalau disingkat, isinya bisa dibilang samas dengan jawaban-jawaban yang singkat tadi. Nah, di antara para peserta ada juga yang menjawabnya secara panjang lebar tapi malah mengundang gelak tawa. Contohnya Ustad Selamet Koharudin dari Unit Asrama.

Ustad Selamet tidak menjawab pertanyaan tersebut secara teoritis maupun filosofis seperti peserta lainnya. Beliau justru menjawabnya dengan menyampaikan sebuah cerita. Yang lucu bukan isi ceritanya, melainkan cara Ustad Selamet menyampaikan ceritanya. Beliau selalu menyelipkan kalimat “Singkat cerita ….” dalam setiap pergerakan alur ceritanya. Kalau saya hitung, kira-kira ada sepuluh kali beliau mengucapkan kalimat tersebut. Ini perkiraan saya, lho, ya, tidak tahu dengan perhitungan peserta lain.

Suasana semakin meriah ketika peserta lain ikut “usil” menanggapi cara Ustad Selamet menyampaikan cerita. Kalau beliau selalu mengatakan “Singkat Cerita”, peserta lain menyisipkan kalimat “Akhir cerita” pada saat membacakan jawabannya.

Begitulah warna yang tercipta pada pertemuan hari ini. Meskipun penuh canda tawa, pesan penting dari materi kali ini tetap tidak terlupakan.

Setidaknya ada dua cara menjadi pribadi ikhlas yang terbentuk dalam pikiran saya. Pertama, memperkuat kesadaran bahwa segala sesuatu itu pada dasarnya milik Allah. Oleh karena itu sudah seharusnya apapun yang kita lakukan semata-mata karena Allah. Kedua, mengkondisikan hati untuk senantiasa siap kehilangan dan siap tidak memiliki.

Palembang 2023

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button