ESAI
Trending

Ngobrol Asyik Bareng Anak-anak Kamar

Ceritanya, malam ini saya dan anak-anak kelas 11 dan 12 berbincang-bincang mengenai ikhlas dan cinta. Mereka memang sedikit berbeda dengan adik-adik tingkatnya. Pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan dalam beberapa kesempatan kerapkali lebih berani dan mendalam. Mulanya Kak Hanun yang membuka perbincangan.

“Bunda, kita bahas tentang cinta, yuk! Kan besok libur sekolah.”

Begitulah, malam sabtu kegiatan mereka lebih santai karena besokannya libur sekolah. Biasanya habis ngaji malam mereka buat liqo’, membahas apa saja yang membuat mereka penasaran.

“Ai kak Hanun ni kagek bae bahas itu tu. Bun, ado dak dalam qur’an sesuatu yang menarik buat diceritake?” timpa Hafiza dalam bahasa Palembang.

“Ya, banyaklah, Fiza …!” sahut yang lain.

Akhirnya malam itu saya menjelaskan tentang dasyatnya keikhlasan, mulai dari pengertian, tingkatan ikhlas, dan sampailah kepada pembahasan bahwa Ihklas adalah rahasia yang paling indah antara Allah swt. dan hambanya.

“Trus kek mano bisa tahu kita itu ikhlas aponidak saat bantu uwong, Bun?” tanya Putri.

“Hanya kita yang tahu, Put …,” jawab saya.

“Tetapi, sebenarnya, seperti yang pernah di sampaikan oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di dalam kitabnya Fathu Rabbani, bahwa sesungguhnya di antara tanda atau ciri-ciri ikhlas adalah ketika seseorang tidak terpengaruh dengan pujian atau cacian orang lain. Ikhlas juga mempunyai makna membuang kesombongan di dalam diri. Sehingga sebagai manusia, seseorang hendaknya jangan pernah merasa sombong dengan segala sesuatu amal perbuatan yang telah kita lakukan. Karena sebagai seorang hamba kita tidak pernah tau amal mana yang dapat menolong kita di akhirat kelak.”

Kurang lebih begitulah obrolan saya dengan mereka malam itu, sebuah momen yang saya sendiri begitu menikmatinya.

Penulis: RF. Sari Rahma
Editor: Akasia Shabir

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button