ESAI
Trending

Jangan Memelihara Keraguan

“Ustad dan Bunda sekalian, terkadang dalam hidup ini ada saja hal-hal yang membuat kita merasa ragu, baik itu ragu dalam mengambil keputusan maupun ragu dalam melakukan sesuatu. Kita ragu akan hasilnya, apakah akan berakhir sukses atau sebaiknya, sehingga keragu-raguan itu membuat kita sulit melangkah. Kita terjebak pada situasi yang terasa rumit. Hasilnya, maju tidak, mundur juga tidak. Kita jadi jalan ditempat. Hal-hal seperti inilah yang kadang-kadang membuat kita ini merasa setres. Sudah seharusnya sebagai seorang muslim, kita mengikuti apa yang telah diperintahkan Allah Swt. Faidza ‘azamta fatawakkal ‘alallah, jika enggkau telah berazam maka bertawakallah kepada Allah Swt. Jadi, bukan menunggu yakin dulu, baru bergerak, tapi bertekad dulu baru kita bergerak. Masalah hasil itu urusan nanti, yang penting kita ada tindakan, tidak diam saja di tempat. Kalau kita diam saja di tempat, kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Meskipun dalam mengambil keputusan itu pasti ada keraguan, pasti ada ketakutan, tapi semua itu harus kita telan bulat-bulat, harus kita kunyah halus-halus, sepahit apapun, sekhawatir apapun, yang penting ada tindakan, ada keputusan. Keraguan sesungguhnya berasal dari Syetan.”

Begitulah kata-kata yang saya ingat semenjak rapat kemaren yang disampaikan oleh salah seorang guru Asrama SIT Alfurqon dalam pembukaan rapat.

Ujian dan masalah merupakan sesuatu yang kita hadapi setiap hari. Oleh sebab itu kita harus terus bergerak, jangan stay in place. Sebab kesuksesan sejati hanya bisa di capai jika seseorang terus berkreasi dan berinovasi. Seperti ikan hiu, sesorang harus terus bergerak selama hidupnya. Jika tidak ia akan mati dan terus tenggelam.

Seperti juga yang dikatakan oleh Najwa shihab dalam seminarnya di jakarta, mengatakan bahwa menjadi orang sukses itu harus bergerak dan mempunyai pola pikir orang yang sukses tentunya. Yang mana kita harus (1) selalu mau mencari tau dan mencoba (2) persisten dan jangan takut salah (3) belajar terus agar tidak tertinggal. Karena jika kita diam ditempat kita akan membeku bagai gumpalan es dan tidak ada arti sama sekali. Ini sejalan dengan yang disampaikan oleh ustad shobirin di atas, bahwa segetir apapun keadaan dan kehidupan hendaklah kita senantiasa mencoba dan bergerak terlebih dahulu. Jika sudah melakukan itu berarti kita telah hidup dan tidak mati bagai manyat berjalan.

Penulis: RF. Sari Rahma
Editor: Akasia Shabir

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button