ESAI
Trending

Akhlak Al-Qur’an

Kenapa lagi-lagi kami memposting foto lingkaran al-Quran? Karena kami percaya al-Quran adalah sumber kejayaan. Namun, kami juga percaya, kejayaan itu tidak tergantung semata pada banyaknya bacaan dan hafalan. Sebab Snouk Hourgronje, seorang non muslim sekaligus orientalis imperialis ternyata hafal al-Quran. Itu sebabnya kepada anak-anak kami tekankan, jangan sampai al-Quran berhenti hanya di tenggorokan, melainkan harus menyinari kepribadian.

Mengutip perkataan sahabat Hudzaifah bin Yaman, ” Wahai penghafal al-Quran, hiasilah al-Quran dengan perbuatan kalian”.

Artinya penghafal al-Quran mestilah berakhlak dengan al-Quran. Penghafal al-Quran harus menjadi kaca tempat orang dapat melihat aqidah al-Quran, nilai-nilainya, etikanya dan akhlaknya agar ia membaca al-Quran itu sesuai dengan perilakunya. Bukan sebaliknya membaca al-Quran namun al-Quran malah melaknatnya.

Kalau membaca sejarah, penghafal al-Quran di kalangan sahabat adalah garda terdepan dalam kebaikan. Bahkan peri hidup Nabi saw yang demikian indah, seluruhnya adalah gambaran al-Quran.

Siti Aisyah pernah ditanya bagaimanakah akhlak Nabi saw, ia menjawab, “Akhlak nabi adalah al-Quran”. (HR. Muslim)

Dengan pemahaman ini, semoga generasi baru ini tumbuh tidak saja dalam keriuhan suara bacaan dan menghafal, namun bisa menyemarakkan dunia ini dengan kebaikan al-Quran. Mereka menjadi teladan dalam ibadah, dalam belajar, dalam akhlak terhadap guru dan bakti kepada orang tua. Itulah generasi qurrata a’yun sebenarnya. Ananda yang menjadi penyejuk mata.

Penulis: Alfi Muhammad
Editor: Akasia Shabir

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button