ESAI
Trending

Menjaga Ucapan

Anak-anak zaman now mudah sekali berkata kotor. Bahasa kebun binatang seringkali menghiasi pergaulan. Terkadang juga memanggil dengan nama orang tua dengan tujuan mengejek.

Demikianpun di sini. Terkadang kami temukan anak-anak mengucap perkataan kurang baik. Entah karena latar belakang, atau teman sepergaulan, atau faktor arus informasi. Banyak variabel yang mempengaruhi. Biasanya kami langsung tegur di tempat. Untuk perkataan yang menjurus pada kekerasan verbal, membuly, mengandung pornografi, kami beri sanksi tegas. Kami tidak mentolerir ucapan yang keji dan tidak pantas.

Karena walau bagaimanapun ucapan adalah cermin hati. Perkataan adalah pantulan kepribadian. Itu sebabnya selalu kami sampaikan ke anak-anak, jaga perkataan. Kata Nabi saw,

” Berkatalah yang baik, atau diam.”

Artinya kita harus berpikir dahulu sebelum berbicara. Jangan sampai mulut mendahului kepala. Kita ingin membudayakan perilaku santun dan penuh adab. Guru-guru pun selalu pasang mata pasang telinga, awas, waspada, dan mengamati. Santri juga digugah kesadarannya agar membiasakan tawasau bil haq agar saling menasihati dalam kebaikan. Nasihati temannya jika kedapatan mengumpat, berkata kotor, ghibah atau menghunjing apalagi membuly.

Selain itu, dibuat program memperbanyak tilawah, menghafal, berdizikir, supaya hatinya bersih, dan oikirannya bersih. Kita juga larang bawa hp dan alat elektronik yang berpotensi disalah gunakan. Anak-anak muda ini jiwanya masih suci, jika diibaratkan kertas, ia masih lembaran polos dan bersih. Jangan sampai sering mendengar yang tidak baik atau melihat yang tidak baik. Karena itu adalah coretan hitam. Noda yang mengotori hati. Hati kotor keluar juga perkataan kotor. Perbuatan apalagi. Itu yang kita jaga.

Penulis: Alfi Muhammad

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button