ESAI
Trending

Ketika Guru Dan Murid Saling Mendo’akan

 

Hidayah itu semata-mata dari Allah, tugas kita hanya berusaha. Di akhirat kelak Allah tidak akan bertanya kenapa kita tidak berhasil, melainkan kenapa kita tidak berjuang.

Nabi Nuh mendidik umatnya 950 tahun lamanya, hanya sedikit yang tersadar. Anaknya sendiri bahkan tidak beriman.

Nabi Muhammad mendakwahi paman-pamannya, Abu Lahab dan Abu Thalib, tapi sampai nafas terakhir tetap keduanya menghembus kalimat jahiliah.

Sesungguhnya Allahlah pemilik hati.
Oleh sebab itu Nabi menuntun kita untuk senantiasa mengiringi usaha dengan doa.

Mintalah kepada Allah yang membolak balikan hati.

Umar bin Khattab yang merupakan musuh paling keras kala itu masuk islam tersebab doa. Penduduk Thaif yang melempar Nabi hingga berdarah pada akhirnya luluh dalam pangkuan islam tersebab doa.

Akan tetapi bila usaha dan doa belum juga menampakkan sinar terang, pasrahkan kepada Allah, tempat kembali segala urusan.

Kadang, hutan tidak setenang kelihatannya dari kejauhan. Seperti halnya bulan purnama, hanya terlihat indah jika dipandang dari kejauhan. Jika dilihat dari dekat ternyata banyak cekung, berbatu-berbatu, tidak rata di sini sana.

Apa yang kami sampaikan tentang di sini mungkin tidak selalu indah dalam kenyataannya. Masih banyak yang perlu diperbaiki. Tidak selalu yang belajar di sini akan berhasil. Pada akhirnya semua kembali kepada usaha dan doa tadi. Kita hanya berikhtiar sebisa mungkin, lalu melambungkan doa kebaikan untuk para siswa.

Kepada siswa, kami sampaikan bahwa keberkahan ilmu salah satunya adalah dengan mendoakan guru. Guru tentu saja sangat membutuhkan doa agar istiqomah. Murid membutuhkan doa agar mendapat hidayah dan pemahaman.

Dalam saling mendoa itu, suara-suara dan harapan akan bertemu dalam pengabulan Tuhan.

Inilah yang dicontohkan salafussaleh. Dalam kitab Tarikh Baghdad karya Khatib Baghdadi jilid 13 halaman 334 dinyatakan bahwa Imam Abu Hanifah berkata: “Setelah kewafatan Syekh Hammaad (guru beliau), saya tidak pernah shalat kecuali saya memohonkan ampunan untuk beliau bersama kedua orang tua saya. Dan sungguh saya juga memintakan ampunan bagi setiap orang yang saya mendapatkan ilmu darinya atau untuk orang yang saya ajari”.

Penulis: Alfi Muhammad

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button