ESAI
Trending

Kekuatan Terbesar Manusia

Semua tampak kelelahan. Kegiatan out bond hari ini jelas sangat menguras fisik, dari pagi sampe sore, menjelang magrib baru kembali ke asrama. Beberapa diantaranya sempoyongan kehabisan tenaga. Muka-muka lusuh. Kaki gontai. Dengan pakaian basah bekas sisa-sisa lumpur. Sementara adzan magrib 20 menit lagi. Semua harus shalat berjamaah di masjid.

Kami sudah memperkirakan kegiatan seperti ini biasanya menjadi alibi bagi sebagian anak untuk izin shalat di asrama. Tapi kami tidak mengizinkan. Beberapa yang memang benar-benar sakit baru kami maklumi. Kalau sekedar lelah no way. Tiada alasan bagimu. Tetap shalat berjamaah. Tetap ibadah seperti biasa. Istirahat nanti ada waktunya. Tentu kami faham kondisi mereka yang payah. Tapi kami ingin membangkitkan kemampuan mereka yang lain. Ketika fisik hasil tempaan olah raga dan makanan bergizi tidak lagi memadai, sebenarnya ada satu kekuatan lain, yaitu kekuatan irodah atau kekuatan kehendak.

Kami sampaikan kepada mereka, jangan sampai semangatmu mengikuti kelelahan fisikmu. Kita menjadi kuat bukan semata karena kuatnya fisik tapi tergantung dari jiwa yang menghuni fisik itu. Banyak orang bertubuh besar, gagah, tapi malas dan lamban. Itu karena dia tidak punya kemauan. Semangatnya dingin. Tekadnya membeku. Di sisi lain banyak yang berhasil meski tubuhnya kecil, lemah bahkan cacat, hanya karena punya kemauan tinggi dan semangat membaja. Mereka menerobos batas kelemahannya. Terus melaju dengan berapi-api.

Dahulu, Nabi saw dan sahabat juga kalah dalam jumlah, logistik, dan materi, bahkan berperang dalam kondisi lapar. Namun, semua itu tidak menyurutkan langkah untuk maju karena yang menjadi tolak ukurnya adalah keimanan. Itu sebabnya pasukan Romawi mensifati kaum muslimin kala itu, “Firsan fin nahar, ruhban fi lail” (Bagai singa di siang hari, dan bagai rahib di malam hari) karena seolah punya stamina tanpa batas. Siang bertempur tiada henti, namun malam hidup oleh ibadah. Tiada kekosongan. Tiada jeda. Sungguh bentangan kisah tentang semangat tiada bandingan. Itulah kekuatan terdasyat manusia.

Penulis: Alfi Muhammad

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button