ESAI
Trending

Jaga Hati

 

“Aku pernah mengadu kepada waki’ (guru beliau) tentang buruknya hafalan, beliau membimbingku untuk meninggalkan maksiat, beliau berkata ‘ketahuilah bahwa ilmu adalah cahaya dan cahaya Alloh SWT tidak diberikan kepada pelaku maksiat”. ( Imam Syafi’i)

Ini berlaku juga untuk semua penuntut ilmu, termasuk santri Asrama SIT Al-Furqon, terutama perihal menundukkan pandangan karena dari pandangan semua keburukan bermula.

Pandangan mata, kata Ibnu Qayyim dalam syairnya, laksana anak panah yang terlepas dari busurnya. Melepas pandangan pada yang haram akan mengeruhkan hati dan pikiran. Konsentrasi belajar jadi buyar, daya hafal memudar.

Maka para siswa wajib menyibukkan dirinya dengan ilmu dan kebaikan; pandangan matanya diarahkan pada buku dan al-Quran; hatinya senantiasa menggumamkan zikir, sementara akalnya harus dihidupkan dengan aktivitas berfikir, menalar dan menghafal.

Barang siapa yang tidak sibuk dengan kebaikan ia akan disibukkan oleh syetan dengan keburukan.

Penulis: Alfi Muhammad

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button