ESAI
Trending

Jadilah Seperti Yang Allah Inginkan

Kadang sebagian orang tua sedih hafalan anaknya tidak bertambah secara signifikan. Kami sebagai guru juga sedih. Padahal sudah banyak cara dan metode diterapkan. Tentu saja ini diluar sifat malas. Itu lain lagi. Anak ini tekun, bahkan tekun sekali tapi progesnya tetap minimalis.

Terhadap anak-anak seperti ini biasanya tidak kami paksakan sesuai target. Satu ayat tiap hari sudah cukup. Pelan tapi konsisten karena setiap anak pasti berbeda kemampuan, minat dan bakatnya. Mungkin saja ia lemah dalam menghafal, tapi kuat dalam analisa dan kreatifitas. Tidak masalah.

Nabi saw bersabda,

‚ÄĚSetiap orang dimudahkan mengerjakan apa yang dia telah diciptakan untuk itu. (HR. Bukhari)

Artinya lakukan apa yang paling di senangi dan paling mudah kita kerjakan karena disitulah indikasi bakat terpendam kita. Termasuk dalam menghafal Quran. Untuk hafal 30 juz tidak semua orang bisa melakukan. Di kalangan sahabat nabi pun tidak semua hafal al-Quran. Namun bukan berarti tidak bisa berkontribusi terhadap islam. Menghafal al-Quran itu butuh daya ingat kuat, ketekunan dan waktu. Sementara sebagian kita daya ingatnya sangat tertatih-tatih. Menghafalnya super lama, tapi lupanya cepat sekedipan mata.

Itu sebabnya jangan terlalu berkecil hati terkait hafalan ini. Namun bukan berarti kemudian boleh dibaikan. Di sini siswa tetap ditarget minimal 3 juz. Bacaan juga harus bagus. Dan terutama harus mencintai al-Quran. Walau bagaimanapun siswa harus punya bekal hafalan. Tidak peduli meski menghafalnya sedikit-sedikit, toh lama-lama menjadi bukit.

Maksud tulisan ini adalah hendaknya tidak memaksa anak diluar kemampuannya. Biarlah anak mendalami apa yang disukai. Karena di situ ledakkan karya akan terjadi. Bidang yang akan menjadikannya bersinar dan menjadi bintang sejarah. Lakukan apa yang paling menarik minat. Sesuatu yang bisa merampas tidur, keringat bahkan air mata. Temukan yang paling cocok. Jangan ikut-ikutan, atau memaksa-maksakan bakat. Lalu fokus dan istiqomah. Jangan maju mundur atau ragu. Terus merangsek ke depan, jadilah ahli.

Penulis: Alfi Muhammad

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button