KALAM
Trending

Iman Adalah Kekuatan

Adalah kelemahan jika iman hanya berdiam di hati dan adalah kemunafikan jika iman hanya sebatas dalam ucapan. Akan tetapi jika ia hidup di dalam hati, terucap dalam perkataan, dan mewujud dalam perbuatan, itulah yang disebut kesempurnaan iman. Dalam kesempurnaan itu, tersimpan kekuatan yang bisa menaklukan dunia.

Pada satu kesempatan, Umar bin Khattab pernah berdo’a, “Aku berlindung dari kelemahan orang-orang bertaqwa dan dari determinannya orang-orang jahat.”

Sebab orang baik yang lemah, kebaikannya hanya untuk dirinya, sedang kejahatan orang kuat, keburukannya berakibat pada orang banyak. Seringkali kebenaran kalah bukan karena tiadanya orang baik melainkan karena mengkerutnya orang-orang baik.

Menjadi kuat berarti bicara tentang keberdayaan. Maksudnya berdaya dalam keseluruhan situasi dan kondisi. Ia bisa kuat secara fisik, materi, mental, dan spiritual. Dengan kekuatan, ia bisa mengimbangi determinasi lawan, tidak tergantung dari luar, independen, dan berani.

Kenapa Nabi saw meramalkan bahwa umat Islam di akhir zaman akan diincar oleh semua musuh seolah hidangan di tengah meja makan? Jawabnya bukan karena kita sedikit, melainkan kita banyak tapi lemah.

Sedangkan yang membuat lemah adalah hubbud dunya wa karohyatul maut, yaitu cinta dunia dan takut mati. Orang yang pikirannya didominasi dunia, sementara mentalnya penakut, mana mungkin mampu berkorban untuk agama. Iman hanya bersemayam diam di hatinya. Maka lisannya beku untuk mengatakan kebenaran, dan anggota badannya kaku untuk memperjuangkan kebenaran. Kedzaliman merajalela dia hanya diam. Kejahatan mengancam dunia dia acuh tak acuh.

Muslim yang kuat, imannya membangkitkan kehendak tiada banding. Maka konsep Islam terwujud menjadi terjemahan hidup. Kalau sudah begitu, kehadirannya menggambarkan islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Hidupnya menjadi dinamis dan bukan malah menarik diri dari realitas. Dia terjuni gelombang demi gelombang hidup dan berenang di tengah arusnya yang deras tanpa mengeluh dan merasa lemah. Dengan gagah dan penuh keberanian dia bergelut dengan zaman dan memenangkan kebenaran di atas kebatilan.

Inilah mukmin yang lebih dicintai Allah.

Sabda Nabi saw,
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh daripada Mukmin yang lemah..”.(HR. Muslim, Ibnu Majah, an-Nasai)

Penulis: Alfi Muhammad

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button