ESAI

Demi Masa

Bagai gelombang terus berdebur, demikian santri asrama alfurqon menjalani aktivitas keseharian. Terus mengalir deras dan susul menyusul. Tidak ada kekosongan. Tidak ada ketergenangan. Begitu aktivitas satu selesai berpindah lagi ke aktivitas lainnya.

Persis seperti firman Allah,

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, (Qs. al-Insyirah :7)

Memulai aktivitas kala pagi buta. Asrama al-Furqon telah berdenyut menghembus nafas kehidupan. Pukul 03.30 santri mengawali pagi dengan basmalah, merunduk sujud dalam qiyamul lail yang khusuk, sisa hari setelahnya diisi dengan tilawah, shalat,dzikir, tahfidz, belajar, dan olah raga. Waktu tidak boleh tersiakan. Generasi baru harus ditempa agar tumbuh dalam produktifitas ilmu dan keindahan akhlak. Energi besar anak muda harus disalurkan menjadi gelombang karya.

Lelah pasti. Capek iya. Tapi semua juang akan menjadi saksi. Setiap tetes keringat dan air mata akan menjadi bukti. Di akhirat manusia akan ditimbang berdasar amal. Dunia adalah tempat mencari bekal. Tidur secukupnya saja. Berhibur seperlunya saja. Ini saatnya berjibaku dalam deru dan debu. Karena istirahatnya orang beriman hanya ketika terbaring tenang di surgaNya dengan penuh keridhoan.

Penulis: Alfi Muhammad

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button