ESAI
Trending

Tips Beban Kerja Terasa Ringan

Oleh: Hendra Maulana, S.Sos.

Setiap kita pasti menginginkan bisa bekerja secara nyaman dan bahagia. Hal tersebut bisa tercapai hanya apabila pekerjaan kita memiliki beban kerja yang ringan. Berat ringannya pekerjaan sebetulnya tidak melulu tentang jumlah dan kualitas, melainkan bagaimana cara pekerjaan tersebut dikelola.

Berikut beberapa tips agar beban kerja terasa ringan:

1. Buatkan Prioritas Pekerjaan

Sama seperti saat membuat anggaran belanja, dalam bekerja kamu perlu membuat skala prioritas. Pekerjaan mana yang deadline-nya paling cepat, itulah yang perlu diselesaikan terlebih dahulu tanpa bermaksud mengabaikan pekerjaan lainnya. Pekerjaan yang deadline-nya masih lama bisa dialihkan terlebih dahulu agar kita fokus menyelesaikan yang paling penting. Jika sudah selesai, baru beralih ke pekerjaan lain yang sudah di list.

Cara ini dapat mengurangi beban kerjamu secara otomatis. Kita tidak perlu bekerja multitasking kalau memang tidak sanggup. mengerjakan tugas dengan cepat selesai dan terburu-buru, nyatanya malah terbengkalai. Jadi buatlah “To Do List”, “Tandai Pekerjaan Paling Penting”, “Delegasikan Pekerjaan ke Rekan Kerja”, “Cicil Pekerjaan Penting Tapi Deadline Masih Jauh”, dan “Pekerjaan Selesai, Hapus dari To Do List”

2. Tenang Selama Bekerja

Ketika mempunyai tugas-tugas yang mendekati deadline, tapi progres masih sedikit? Redam rasa panik yang muncul dalam diri kita karena kepanikan malah membuat kita stres dan  bingung harus memulai dari mana.

Sikapi tugas-tugas tersebut dengan tenang, jadi kita bisa siapkan strategi terbaik untuk menyelesaikannya satu per satu. Beban kerja otomatis bertambah, tapi selama pekerjaan yang mendekati deadline belum selesai kalian bisa mengatur pekerjaan lebih fokus lagi. Setelah itu, kita pasti bisa bersantai kembali. Santai dalam arti positif tentunya, bukan berarti malah tidak bekerja seharian.

3. Beranjak Dari Zona Nyaman

Duduk seharian di kursi sambil menatap layar komputer ternyata tidak cukup efektif untuk menyelesaikan pekerjaan atau selalu berada pada zona nyaman sehingga susah mengatasi dan menyelesaikan suatu masalah, dan merasa kalau beban pekerjaan kita tidak ada habisnya, sehingga membuat motivasi bekerja menjadi berkurang secara perlahan.

Terkadang, beranjak dari zona nyaman itu perlu dilakukan saat beban kerja meningkat untuk menghilangkan penat. Kamu tidak harus pergi jalan-jalan untuk swift refreshment dalam menghilangkan stres namun bisa juga kiya lebih meningkatkan kualitas ibadah dan Hablum Minallah. Ketika penat tersebut hilang, kita bisa kembali bekerja. Percayalah, kerjanya pasti jauh lebih fokus karena sebagian beban yang dirasakan di awal akan berkurang, karena allah selalu membantu hambanya dikala kita selalu menghadirkan allah di setiap situasi susah maupun senang.

4. Pertahankan Sikap Profesional

Jika selama ini kita menganggap diri sebagai “robot” di tempat kerja, maka coba ubah pola pikir tersebut. Ingatlah bahwasanya sikap profesional perlu kita miliki dan kita jaga. Ibaratkan suatu bangunan, apabila pondasinya kurang kokoh, ada kemungkinan bangunannya roboh. Hal yang sama juga berlaku untuk suatu tempat kerja. Tanpa sikap profesional, maka operasional tempat kerja akan sedikit terganggu. Sikap profesional seperti inilah yang harus dipertahankan selama bekerja.

Semakin besar kontribusi yang diberikan, semakin banyak benefit yang didapatkan. Mungkin tidak sekarang, tapi di masa mendatang. Tidak ada yang pernah tahu, bukan?, bisa jadi allah akan melipat gandakan kebaikan dan kerja keras kamu dengan tak terduga.

5. Mintalah Bantuan Orang Lain

Beban kerja yang selama ini dipikul bisa jadi beban kerja tim, tapi kita bersikap terlalu baik dengan bersedia menyelesaikannya seorang diri. Khusus untuk kerja tim, sebaiknya kerjakan bersama tim dengan beban yang sama rata.

Buatlah list tugas, lalu bagikan dengan jumlah anggota dalam tim sesuai kapabilitas masing-masing. Fokuslah mengerjakan tugas individu. Bila ada yang ingin ditanyakan, nanti bisa didiskusikan bersama anggota lainnya.  Masalah yang dihadapi satu orang merupakan masalah bersama. Hasil yang dicapai pun menjadi milik bersama karena proyek tim tidak akan selesai tanpa bantuan anggota lain.

6. Singkirkan Benda Yang Dapat Menambah Masalah

Masalah bisa bersumber dari mana saja. Bukan hanya kertas-kertas yang menumpuk di meja kerja, tapi juga dari gadget yang biasa kamu gunakan untuk bertukar atau mendapatkan informasi. Notifikasi atau pesan masuk tidak selamanya positif. Terkadang, justru berisi informasi yang dapat menimbulkan masalah sehingga kamu merasa semakin tertekan di tempat kerja. Akibatnya, fokus untuk bekerja menjadi kurang dan pekerjaan tak kunjung selesai. Coba singkirkan gadget untuk sementara waktu. Ketika jam istirahat tiba, kita bisa cek notifikasi apapun yang masuk dan menanggapi dengan positif.

Hal penting lainnya yang harus kita ingat adalah seberat apapun beban kerjamu saat ini, bersyukurlah karena kita masih memiliki pekerjaan. Lakukanlah pekerjaan secara ikhlas, tanpa pamrih, penuh kesadaran, bertanggung jawab, bersemangat, dan bersungguh-sungguh karena merasa dinilai Allah SWT,.

“Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Al-Quran Surat At-Taubah ayat 105)

Hal ini menunjukkan bahwa dalam Islam bekerja disejajarkan dengan keimanan, sekaligus sebagai wujud dari keimanan itu sendiri. Hal ini pulalah yang memberikan pemahaman bahwa bekerja hendaknya berada dalam bingkai keimanan kepada Allah SWT.

Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran Surat  Al-Insyiqaaq ayat 6:

“Sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.”

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button