NEWS
Trending

Tahfiz al-Qur’an: Pembentukan Karakter Muslim Sejati

Dahulu setiap ulama menjadikan hafalan al-Quran sebagai pondasi sebelum mempelajari Fiqh, Hadits, Tafsir, dan ilmu lainnya. Mereka hafal 30 juz saat masih anak-anak, seperti imam Syafi’i, Bukhari, Nawawi, dan al-Ghazali.

Dari kalangan umum pun tidak ketinggalan. Pakar kedokteran, filsafat, kimia, astronomi, sosiologi, pondasi keilmuan mereka juga hafalan al-Quran. Tokohnya kita sudah tahu; Ibnu Sina, al-Farabi, Ibnu Rusyd, ar-Razi, Jabir bin Hayan, Ibnu Khaldun, dan lainnya.
.
Tidak saja dari kalangan ulama dan ilmuan, tokoh pemimpin dan negarawan juga banyak menjadikan hafalan al-Quran sebagai pondasi kepemimpinan mereka. Khulafaur rasyidin yang empat, Abu Bakar, Umar, Utsman,dan Ali adalah penghafal quran. Umar bin Abdul Aziz dari Umayah, dan Harun ar-Rasyid khalifah Abbasyiah, adalah penghafal Quran.

Demikian pula dengan Muhammad al-Fatih, penakluk Konstantinopel adalah penghafal Quran. Salahudin al-Ayubi, sultan termasyhur juga hafal al-Quran. Tidak mengherankan jika al-Quran menjadi pondasi kepemimpinan.

Sebagaimana yang diungkapkan dalam hadits riwayat Muslim dan hadits yang diriwayatkan Tirmidzi dan an-Nasai, Nabi saw setiap hendak mengangkat pimpinan kelompok atau rombongan pasti bertanya siapa yang hafalannya paling banyak, lalu orang itulah yang dijadikan pemimpin.

Sangat agung kedudukan penghafal Quran di dunia. Demikian juga kedudukannya di akhirat. Tidak saja untuk dirinya sendiri namun kedua orang tuanya juga mendapat kemuliaan karena mempunyai anak penghafal al-Quran. Demikianlah Hafalan al-Quran terus memercikkan kebaikan.

Tidak akan bertambah bodoh karena menghafal. Justru semakin memperkuat daya ingat dan kecerdasan.

Itu sebabnya di al-Furqon setiap siswa wajib hafal minimal 3 juz. Namun bagi siswa yang memiliki motivasi tinggi, daya ingat kuat, dan kecepatan menghafal, kepada mereka difasilitasi untuk akselerasi hafalan. Semua siswa diseleksi. Lalu yang memenuhi kualifikasi akan dikumpulkan dalam satu kamar. Digembleng khusus. Durasi waktu menghafal ditambah. Targetnya juga dinaikkan berkali lipat, 10-30 juz.

Penulis: Alfi Muhammad

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button